Makalah Adversity Quotient


KESIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN
(ADVERSITY QUOTIENT)

Diajukan Untuk Memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Perkembangan Kepribadian di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
          
                                          


Disusun oleh :

                          Altia Nurrohmah                               (220110180155)
                      Agfa Ramadhany Munggaran           (220110180163)
                      Eka Turjanah Alviani                        (220110180169)
                      Ahmad Ihsan Fathurrizki                  (220110180172)
                      Melina Rike Andini                          (220110180175)
                      Zabina Syaharani Zaenal                  (220110180177)
                      Nia Ainun Nadina Mahali                 (220110180178)
                      Firda Shania Nurzami                       (220110180189)
                      Aliza Zulpa Putri                               (220110180211)
                          Muhamad Gustaf Al Fajar                (220110180218)



UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
2018/2019

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan Kepribadian tentang kesiapan menghadapi tantangan.
Dalam penulisan makalah ini kami menemukan kesulitam-kesulitan yang mendasar. Dengan adanya kreativitas, motivasi, dan dukungan dari semua pihak, kesulitan-kesulitan yang kami temukan dapat diatasi. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang sudah mendukung dan membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Selain itu, kami juga menyadari dalam penulisan karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari rekan-rekan sekalian yang bersifat membangun untuk menunjang kesempurnaan penulisan kami selanjutnya. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian dan juga masyarakat.


Garut, November 2018


Penyusun  






DAFTAR ISI


Contents







BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Setiap manusia pasti pernah menghadapi suatu masalah, baik itu masalah kecil maupun masalah besar. Pada umumnya semua orang sangat  membenci datangnya masalah, padahal suatu masalah bisa dijadikan sebagai tolak ukur  atau proses dalam mencapai suatu tujuan atau kesuksesan dimana dari masalah tersebut kita bisa belajar bagaimana kita menyikapi suatu masalah untuk bisa mengambil keputusan. Salah satu bagian penting dalam roda kehidupan manusia yaitu dipicu dengan adanya masalah, yang tanpa disadari bisa membuat manusia menjadi lebih dewasa dalam bertindak.
Tujuan adanya masalah dalam kehidupan untuk melatih kita agar berpikir kreatif dan bisa membuat perubahan menuju kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kembali lagi pada bagaimana cara kita menyikapi suatu masalah tergantung kepada persepsi tiap individu. Dengan demikian, kita perlu mengetahui bagaimana cara menghadapi suatu masalah dengan baik dan benar.

2.    Apa maksud dari Adversity Quotien ?
3.    Bagaimana cara penerapan Adversity Quotien ?
4.    Apa saja hambatan dalam penerapan Adversity Quotien ?
5.    Bagaimana solusi penerapan Adversity Quotien ?

Makalah ini dibuat dengan tujuan agar pembaca dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah dengan baik dan benar
1.      Mengetahui pengertian dari Adversity Quotien
2.      Mengetahui bagaimana cara penerapan Adversity Quotien
3.      Mengetahui apa saja hambatan dalam penerapan Adversity Quotien
4.      Mengetahui bagaimana solusi penerapan Adversity Quotien




Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Adapun manfaat bagi penyusun makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai sumber informasi yang akan menambah wawasan bagi penulis dan pembaca khususnya para mahasiswa keperawatan di Universitas Padjadjaran dalam mengatasi suatu permasalahan.
2.      Sebagai bahan pembelajaran agar kita bisa berpikir secara kritis untuk mengambil keputusan.

2.      Metode penulisan dalam penyusunan karya tulis ini menggunakan metode pustaka dan diskusi antar anggota kelompok.
3.      Metode studi pustaka dilakukan dengan cara mengambil data dari nuku, internet, dan sumber lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang dibahas dalam makalah ini.
4.      Diskusi kelompok dilakukan dengan mengemukakan pendapat masing-masing anggota kelompok mengenai materi yang sedang dibahas.
  



BAB II

PEMBAHASAN


2.1 PENGERTIAN ADVERSITY QUOTIENT

Pengertian adversity quotien dirumuskan berdasarkan hasil riset para ahli dan lebih dari 500 kajian diseluruh dunia dengan memanfaatkan tiga cabang ilmu yaitu psikologi kognitif, psikoneuroimunologi dan neurofisiologi. AQ didalamnya memuat dua komponen yaitu teori dan penerapannya. AQ dapat diartikan sebagai ukuran kita untuk mengetahui respon kita ketika menghadapi suatu tantangan atau masalah. AQ mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah dimasa didepan . AQ juga dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang di masa yang akan datang. Jika dikaitkan dengan kesuksesan seseorang,  AQ memiliki tiga konsep yaitu :
1.      Konsep pertama, AQ adalah suatu konsep yang baru untuk memahami dan meningkatkan semua segi kesuksesan
2.      Konsep kedua, AQ adalah suatu ukuran untuk mengetahui respon seseorang terhadap sutu kesulitan
3.   Konsep ketiga, AQ adalah suatu konsep yang memiliki dasar ilmiah yang dapat digunakan untuk memperbaiki respon seseorang dalam mengahadapi suatu kesulitan
Adversity Quotient merupakan suatu kemampuan yang terdiri dari empat dimensi yang disingkat dengan sebutan CORE yaitu :
1.      Control (Pengendalian)
Sejauh mana seseorang dapat mempengaruhi dan mengendalikan respon orang secara positif dalam berbagai situasi
2.      Origin – Ownership (asal usul dan pengakuan)
Sejauhmana seseorang menanggung akibat dari suatu situasi tanpa harus mempermasalahkan penyebabnya
3.      Reach (jangkauan)
Sejauhmana seseorang membiarkan kesulitan dalam pekerjaan dan kehidupannya
4.      Endurance (daya tahan)
Sejauhmana seseorang dapat mempersepsikan kesulitan yang akan terjadi

2.2 PENERAPAN AQ

Penerapan AQ tidak hanya diperlukan dalam peningkatan mutu hidup diri sendiri tetapi juga dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas hidup seseorang dengan individu lain, dalam tim, hubungan atau ikatan kerja, dalam kehidupan keluarga, juga dalam lingkungan masyarakat. Setiap manusia memiliki tingkatan AQ yang berbeda , ada orang yang memiliki tingkat AQ yang tinggi sehingga dia akan selalu berusaha dan optimis dalam menghadapi kesulitan yang dihadapi. Ada juga orang yang memiliki tingkat AQ yang rendah sehingga dalam dirinya akan timbul rasa takut, khawatir serta pesimis ketika menghadapi suatu masalah.
Terdapat tiga tipe manusia dalam menghadapi tantangan :
1.      Quitters (Mereka yang Tidak mau berusaha)
Dalam menghadapi tantangan atau persoalan dalam hidup, mereka orang-orang yang termasuk ke dalam Quitters akan menghindarinya atau menolak tantangan hidup karena memiliki jiwa yang lemah dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Mereka akan cenderung mempunyai sifat yang mudah menyerah, tidak semangat atau tidak mempunyai gairah hidup, bahkan tidak segan untuk meninggalkan impiannya karena ketidakmampuan menggapainya.

2.      Walker (Mereka yang Berjalan)
Seorang walker atau pejalan kaki dalam menghadapi permasalahan dalam hidupnya akan cenderung setengah-setengah atau ragu-ragu antara harus terus berlari atau cukup berhenti karena ketidakmampuan dan tidak adanya kemauan untuk melanjutkan perjalanan. Karena walker sendiri cenderung belum mampu keluar dari zona nyamannya, mereka sudah mau mencoba akan tetapi hambatan dan tantangan yang mereka hadapi di tengah jalan akan sangat berpengaruh pada perjalanannya yang akan menentukan tetap lanjut atau berhenti.

3.      Runners (Mereka yang Terus Berlari)
Runners bisa juga disebut pemenang, karena mereka mampu menyelesaikan lintasan secara tuntas. Mereka cenderung menyukai tantangan hidup, mau menghadapi setiap permasalahan secara nyata dengan penuh keyakinan dengan pertimbangan yang kuat mengenai keuntungan atau kerugian dari setiap keputusan yang diambilnya, para Runners akan terlihat lebih percaya diri dalam menyikapi masalah dalam hidupnya.

Seseorang yang menghadapi tantangan dalam kehidupan, dapat di ibaratkan dengan sosok “Pelari” yang berlari pada sebuah lintasan, dengan tujuan untuk mencapai start akhir. Dengan kata lain seseorang yang berusaha menghadapi persoalan atau masalah kehidupan pasti perjalannya tidak akan mudah akan banyak tantangan dan hambatan yang akan menerjang, seperti halnya perlari tadi apakah mampu atau tidak menyelesaikan lintasannya dan menjadi pemenang atau runners yang sesungguhnya, atau hanya menjadi walker yang hanya berjalan dengan kemungkinan masalah akan terselesaikan atau tidak, atau justru menjadi Quitters yang tidak mau mencoba sama sekali untuk berlari atau menghadapi hambatan dan tantangan di hidupnya.

2.3 HAMBATAN DALAM PENERAPAN AQ

Dalam menerapkan AQ terdapat banyak hambatan yang menyebabkan seseorang tidak dapat meyelesaikan masalah yang mereka hadapi, hambatan tersebut diantaranya:
a.       Kurangnya motivasi
b.      Sikap pesimis dalam diri
c.       Sikap acuh dan malas
d.      Tidak terbiasa menghadapi tantangan
e.       Tidak berani keluar dari zona nyaman
f.        Tidak mau mengambil resiko

2.4 SOLUSI PENERAPAN AQ

            Agar kita dapat menerapkan AQ dalam diri terdapat beberapa solusi yang dpat dilakukan untuk menghilangkan hambatan tersebut diantaranya :
a.       Lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa
b.      Melakukan introspeksi diri
c.       Mengetahui kelebihan dan kelemahan diri
d.      Meningkatkan percaya diri dan keberanian dalam diri
e.       Menghilangkan sikap malas
f.        Membiasakan diri menghadapi berbagai tantangan



BAB III

PENUTUP


3.1  Kesimpulan

Adversity Quotient adalah pengukur untuk mengetahui respon seseorang ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Adversity Quotient dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menyelesaikan masalahdimasa mendatang dengan memuat komponen teori dan penerapannya. Yang terdiri dari empat dimensi yaitu control, origin, reach, serta endurance. Adversity Quotient sangat penting untuk memperbaiki serta meningkatkan efektivitas hidup seseorang, baik individu maupun sosial.

3.2 Saran

Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu dan memotivasi penulis dan pembaca dalam menghadapi permasalahan sehari-hari. Dengan begitu diharapkan pembaca mampu memahami makalah yang berjudul “kesiapan menghadapi tantangan (Adversity Quotient) “




DAFTAR PUSTAKA

Stoltz, P. G. (2000). Mengubah Hambatan Mjd Peluang. (Yovita Hardiwati, Ed.). Jakarta: Grasindo. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=pJfgeBcKF3EC&printsec=frontcover&dq=adversity+quotient&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwih3dmT--beAhVINY8KHavaD-EQ6AEILDAA#v=onepage&q=adversity quotient&f=false




















Komentar